Disnakkan Sumedang Studi Banding ke Diskanlaut Tabanan

Rombongan Dinas Peternakan dan Perikanan  (Disnakkan) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat melakukan studi banding di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut)  Kabupaten Tabanan, Rabu (17/4). Selain terdiri dari pejabat dan staf Disnakkan Sumedang, turut serta dalam romongan tersebut Pembudidaya ikan, pengurus Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP), Ormas dan LSM.

Terkait adanya studi banding tersebut, Kepala Diskanlaut Tabanan I Made Subagia saat menerima rombongan menyatakan apresiasi dan rasa bangganya karena Diskanlaut Tabanan dipercaya menjadi lokasi studi banding. Pada kesempatan tersebut Subagia mengungkapkan potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan serta beberapa kendala yang dihadapi. “Potensi perikanan di Kabupaten Tabanan cukup besar baru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan karena masih adanya beberapa kendala seperti SDM dan pendanaan,” katanya berterus-terang.

Meski belum sepenuhnya potensi yang ada dimanfaatkan secara optimal, namun Diskanlaut Tabanan beberapa tahun terakhir ini telah berhasil mengukir sejumlah prestasi di tingkat nasional dan provinsi. Tahun lalu, UPP Mina  Lestari berhasil meraih juara I Tingkat Nasional. Demikian juga UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Pesiapan dan Pokdakan Mina Srikandi, berhasil meraih juara I tingkat provinsi Bali. “Di Provinsi Bali, perikanan Tabanan cukup diperhitungkan. Duta-duta kami yang berlomba selalu memperoleh peringkat tiga besar. Hari ini, Pokmaswas Giri Gangga Merta di Bedugul juga sedang dinilai oleh tim penilai tingkat Provinsi Bali dan kami optimis bisa meraih prestasi terbaik,” katanya optimis.

Sementara itu, Kadis  Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang  Ade Guntara selaku pimpinan rombongan mengungkapkan tujuan studi banding ke Diskanlaut Tabanan ini di antaranya adalah untuk mempelajari kiat-kiat UPP Mina Lestari dalam pemberdayaan pembudidaya ikan, pengelolaan BBI.”Kabupaten Tabanan merupakan kabupaten ketiga yang kami kunjungi dalam rangka kegiatan studi banding kali ini. Sebelumnya, kami sudah mengunjungi Kabupaten Kediri dan Tulungagung, Jawa Timur melakukan studi banding budidaya lele, gurami dan ikan hias,” jelasnya.

Terkait  kesan-kesannya dari  studi bandingnya di Tabanan, Guntara mengaku terkesan dan memperoleh banyak inspirasi untuk pengembangan perikanan di Kabupaten Sumedang di masa mendatang. “Meski potensi perikanan di Tabanan tidak sebesar yang dimiliki Kabupaten Sumedang, namun prestasi yang diraih sudah banyak. Hal inilah yang kami pelajari untuk bisa diterapkan di Sumedang,” paparnya.

Saat di Tabanan, beberapa lokasi yang dikunjungi rombongan di antaranya adalah Pokdakan Mina Srikandi di Desa Antap, Selemadeg, Kantor UPP Mina Lestari, kolam UPTD BBI Pesiapan dan P2MKP Karya Lestari yang berada di lingkungan Kantor Diskanlaut Tabanan. “Apa yang kami lihat sangat inspiratif. Mudah-mudahan bisa diterapkan di Kabupaten Sumedang,” ujar Ade Guntara berterus-terang. (gus)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blognya Agus Rochdianto

Jayalah Perikanan dan Kelautan Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: