Dongkrak Harga Jual Lele Konsumsi, Pembudiaya Harus Melakukan “Grading”

Seiring maraknya budiaya ikan lele di kolam terpal, produksi lele konsumsi di Kabupaten Tabanan belakangan makin melimpah. Namun melimpahnya produksi lele ini ternyata tidak diimbangi dengan manajemen pemasaran yang baik. Akibatnya, harga lele di pasaran sempat anjlok sehingga membuat pembudidaya lele kelimpungan.


Kepala Dinas Perikanan dn Kelautan (Diskanlaut) Kbupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Selasa (10/5) mengakui pembudiaya ikan di Kabupaten Tabanan sebelumnya banyak yang mengeluh karena harga lele sempat turun. Terkait keluhan ini, pihaknya lantas melakukan pengamatan pasar serta melakukan iventarisasi permasalahan di tingkat pembudiaya dan pengepul. “Antara pembudiaya ikan selaku produsen dan pengepul selaku konsumen terjadi mis komunikasi. Harga lele sebenarnya stabil. Bahkan cenderung meningkat,” jelasnya.

Menurut Ariwangsa, turunnya harga lele di tingkat pengepul seperti yang dikeluhkan para pembudiaya ikan sebelumnya, ternyata diakibatkan para pembudiaya ikan tidak melakukan “grading” atau pemilahan ikan yang dijual berdasarkan ukuran yang dikehendaki pengepul. “Pembudidaya menjual ikan dengan berbagai macam ukuran. Sementara pengepul menginginkan lele berukuran satu Kg terdiri 6-7 ekor,” katanya sambil menambahkan, akibat penjualan dengan sistem root (segala ukuran) tersebut, pengepul harus mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk melakukan grading sebelum menjual ikannya ke konsumen.

Terkait hal itu, Ariwangsa menghimbau agar pembudidaya ikan melakukan grading sebelum menjual ikannya ke pengepul atau konsumen. “Ikan yang dijual harus sesuai permintaan pasar. Kalau pasar menginginkan sekilo terdiri dari 6 – 7 ekor, ukuran itulah yang harus disediakan oleh pembudiaya. Bukan menyediakan ukuran 1-2 ekor/Kg atau 8 – 10 ekor/Kg,” sarannya.

Selain menghimbau pembudiaya ikan melakukan grading, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan temu usaha, mempertemukan antara pembudiaya ikan selaku produsen dengan pengepul lele selaku konsumen. Di samping itu, untuk menekan biaya pakan, Wirna minta kepada pembudiaya ikan untuk memberikan pakan alternatif seperti keong, bekicot, limbah ikan dan dedaunan. “Dengan beberapa tindakan tersebut, kita harapkan pembudidaya lele di Tabanan bisa bersaing dengan produsen lele dari daerah lain,” katanya sambil menambahkan pihaknya tidak bisa menyetop masuknya lele dari luar daerah ke Bali. “ Kami tidak punya wewenang untuk itu. Karena kegiatan itu sudah merupakan mekanisme pasar,” papar Wirna.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Srikandi”, Banjar Soka Kaja, Desa Antap, Selemadeg, I Made Suardika mengakui, harga lele di tingkat pengepul memang sempat anjlok dari semula Rp 11 ribu menjadi Rp 10 ribu/Kg. “Kami menduga anjloknya harga lele karena banyaknya lele dari Jawa yang masuk ke Bali. Dugaan kami ternyata tidak sepenuhnya benar. Turunnya harga karena kami tidak melakukan grading,” katany berterus terang.

Menurut Suardika, setelah pihaknya melakukan grading sesuai permintaan pasar, harga lele kembali normal seperti semula. Hal senada diungkapkan Komang Dharma Susila, Ketua Pokdakan “Dharma Nadi” di Desa Buruan, Penebel. Komang yang berprofesi juga sebagai pengepul ikan lele ini menuturkan bila harga lele selama ini tetap stabil. Pihaknya membeli lele dari para pembudiaya ikan dengan harga Rp 11 ribu/kg untuk size 6 – 8 ekor sekilo . Sedangkan size 3 – 5 ekor sekilo dibeli dengan harga Rp 12.000/Kg . “Saya menjual ke konsumen berkisar Rp 12 ribu – 15 ribu per Kg sesuai ukuran yang diminta konsumen,” katanya berterus-terang.

2 Komentar (+add yours?)

  1. TOKO MAJU BERSAMA Pakan dan Alat Ternak Serdang Bedagai
    Sep 16, 2011 @ 15:31:52

    betul sekali, grading harus tetap dilakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan…

    Balas

  2. andy
    Sep 25, 2011 @ 14:32:07

    UD. NABILA LELE

    Kami petani lele dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual induk dan bibit lele sangkuriang berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit lele yang kami hasilkan adalah bibit lele berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik dan benar bibit lele hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan lele kami :
    Jenis : Sangkuriang (Sertifikat)
    Sistem : Intensif.
    Pemijahan : Alami.
    Sumber air : Air tanah / sumur.
    Kolam : Terpal dan semen
    Pakan : Cacing sutra.
    Pengangkutan:Dikemas dlm kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 19 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / Ekor / BOX :
    2-2 cm : 15.000.
    2-3 cm : 8.000.
    3-4 cm : 7.000.
    3-5 cm : 5.000.
    4-6 cm : 4.000
    5-7 cm : 3.000
    Induk : 15.
    Untuk informasi harga murah berkualitas silahkan contak person Andy 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di http://www.mbenih.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS)
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    Catatan :
    Cara mempersiapkan air kolam terpal/semen sebelum bibit ditebar :
    a) Masukkan air setinggi 30 cm dengan cara dipercikkan
    b) Tebar garam ikan/garam grasak 100 g / m2
    c) Diamkan selama 3 hari
    d) Masukkan urea 10 g / m2 dan katalis plankton (probiotik) yang mengandung bakteri nitro (Em4, Sell multi) dosis 10 ml / m2
    e) Diamkan selama 5 hari sampai air berubah warna kuning kehijauan
    f) Volume air ditambahkan hingga 60 – 70 cm dan bibit siap ditebar.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blognya Agus Rochdianto

Jayalah Perikanan dan Kelautan Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: