Pokdakan Dharma Nadi Kewalahan Penuhi Pesanan Lele


Pembenihan dan pembesaran lele di Bali memiliki prosepek yang cerah karena pasarnya masih terbuka lebar. Hal ini diakui Komang Darma Susila, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Dharma Nadi di Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang selama ini masih merasa kewalahan memenuhi pesanan ikan lele ukuran benih dan konsumsi

Menurut Komang Darma Susila, permintaan benih lele saat ini rata-rata 500 ribu ekor per bulan. Sedangkan kelompok yang dipimpinnya saat ini baru mampu memproduksi benih lele rata-rata 300 ribu ekor per bulan. “Permintaan benih lele cukup tinggi. Kami belum mampu memenuhi,” katanya sambil menambahkan, selain dari daerah Tabanan sendiri, permintaan benih lele juga datang dari Badung, Denpasar dan Singaraja.

Belum terpenuhinya permintaan tersebut, tambah Komang, karena kelompoknya mengalami beberapa kendala. Di antaranya sulitnya mendapatkan induk lele unggul serta terbatasnya kolam serta bak pendederan yang dimilikinya. Beberapa kendala tersebut, secara bertahap mulai bisa diatasi dengan adanya bantun induk lele unggul dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan. “Beberapa waktu yang lalu, kami sudah mendapat bantuan calon induk lele sangkuriang. Selain itu, kami juga sudah membeli induk lele Afrika produksi Mentari Sakti di Mojokerto,” paparnya.

Sementara terkait keterbatasan kolam atau bak pendederan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan perluasan lahan serta menjalin kerjasama dengan Pokdakan lainnya. “Kami saat ini tengah menjalin kerjasama dengan 41 Pokdakan di Tabanan,” katanya sambil menambahkan, selain kerjasama dalam usaha pendederan pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Pokdakan tersebut dalam usaha pembesaran lele untuk memproduksi lele ukuran konsumsi.

Menurut Komang, langkah kerjasama tersebut ditempuh karena saat ini permintaan lele ukuran konsumsi juga cukup besar, lebih dari 20 ton setiap bulannya. Di sisi lain, Pokdakan Dharma Nadi yang beranggotakan 22 orang pembudidaya ikan tersebut saat ini baru mampu memproduksi lele ukuran konsumsi rata-rata 10 ton per bulan dengan harga jual Rp 12 – 15 ribu per kg. “Permintaan lele ukuran konsumsi datang dari kolam pancing, pengepul dan rumah makan di Tabanan, Denpasar dan Badung,” tegasnya. (gus)

3 Komentar (+add yours?)

  1. Ngakan Putu Suarjana
    Agu 03, 2011 @ 01:47:05

    mohon informasi alamat lengkap Pokdakan Dharma Nadi.
    boleh kirim lewat email: kantu75@gmail.com
    atau HP 085237172441
    terima kasih.

    Balas

    • agusrochdianto
      Agu 25, 2011 @ 17:15:31

      Alamat Pokdakan Dharma Nadi, Br. Buruan Kelod, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan – Bali. Lokasinya, dari Kota Tabanan ke arah utara (Penebel), Pokdakan Dharma Nadi berada tepat sebelum masuk Desa Buruan di sebelah barat jalan.

      Balas

  2. widy
    Sep 08, 2011 @ 04:02:55

    dimana ya saya bisa jual lele hasil budidaya saya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blognya Agus Rochdianto

Jayalah Perikanan dan Kelautan Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: