Agus Rochdianto

Agus Rochdianto, lahir di Jepara (Jawa Tengah). Tamat TK Siwi Peni 1971, tamat SD Negeri Panggang 4 th 1976, SMP Negeri 2 Jepara  th 1980. Setelah itu meninggalkan kampung halaman untuk  sekolah gratis  di SUPM  Negeri Bogor  dan tamat th  1983 untuk selanjutnya didaulat sebagai  sebagai  PNS  di  Dinas  Perikanan  Kabupaten  Tabanan  di Bali. Tahun 1990 disekolahkan pemerintah  di APP Malang,  PS  Perikanan  di Sidoarjo dan tamat 1992. Gelar Sarjana Ekonomi (SE) diraihnya tahu 2005 di Untab dan Sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (S.PKP) bidang Perikanan diraih tahun 2007 di UT. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah penghargaan telah diraihnya, seperti dari Menteri Pertanian (1986) sebagai PPL Perikanan Teladan II Tingkat Nasional, dari Kepala Badan Diklat Pertanian (1992) sebagai Alumnus Terbaik I APP Malang, PS. Perikanan, dari Gubernur Bali (2000) sebagai PPL Pertanian Teladan I Tingkat Provinsi Bali dan puluhan penghargaan lain dari berbagai bidang.

Beberapa buku perikanan telah dihasilkan dan diterbitkan oleh Penebar Swadaya, Kanisius dan Dinas Perikanan Provinsi Bali. Selain sebagai PNS, saat ini juga nyambi sebagai  wartawan dan pengasuh rubrik Agribisnis dan Gatra Tani di  koran mingguan Manggala  yang terbit di  Denpasar, Bali.

17 Komentar (+add yours?)

  1. nyoman arsila
    Jul 12, 2008 @ 10:48:49

    pak, saya tertarik dengan ulasan bapak.
    bisa minta no telp yg bisa dihubungi pak?
    lokasi saya juga di tabanan

    Balas

  2. endri agus s
    Jan 15, 2009 @ 12:50:30

    pak saya sekarang mulai merintis budidaya ikan belut saya minta tolong informasi pengepul belut dan pembibit belut di daerah banyuwangi. trima kasih

    Balas

    • agusrochdianto
      Jan 22, 2009 @ 14:07:25

      Salam,
      Mohon maaf saya belum tahu persis alamat pengepul belut di Banyuwangi. Info tentang pengepul belut di Banyuwangi saya dapat dari pengepul belut (yang mengaku dari Banyuwangi) yang setiap pagi dengan mobil pick up-nya “ngedrop” puluhan – ratusan Kg belut di Pasar Dauh Pala, Tabanan. Dari pengepul ini pula saya tahu kalua belut yang dijualnya di Bali berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
      Untuk info lebih lanjut tentang pengepul belut atau pembudidaya belut di Banyuwangi, coba hubungi Dinas Perikanan setempat di kota Anda.
      Salam.

      Balas

  3. andhi chrisma
    Apr 24, 2011 @ 05:34:13

    Assalamualaikum
    saya tinggal di denpasar,ingin sekali ternak lele sangkuriang,tapi belum punya pendamping/tmpt bertanya seluk beluk lele,,
    dmn kira2 kalo saya harus berkonsultasi??
    apa ada paguyuban peternak lele di denpasar??
    kalo di tabanan dmn ya??

    tlp saya 0361-8014868
    bs mnt tlp pak agus??
    maturnuwun

    Balas

    • agusrochdianto
      Apr 24, 2011 @ 15:13:39

      Assalamualaikum,
      Untuk budidaya lele sangkuriang (juga lele jenis lainnya) prospek pasarnya masih cukup cerah. Untuk konsultasi teknis, mendapatkan benih, pemasaran dll, coba hubungi Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Denpasar di Jln. Raya Sesetan. Boleh juga menghubungi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di Jalan Patimura Denpasar.
      Selain konsultasi ke kantor tersebut, brosur teknis budidaya lele sangkuriang dan atau lele dumbo bisa juga diperoleh di beberapa website/internet. coba klik di http://www.tabanankab.go.id, http://www.agusrochdianto.multiply.com,www. kkp.go.id atau search di google.com. Ketik budidaya lele sangkuriang.
      Demikian info dari saya, semoga ada manfaatnya.

      Balas

    • agusrochdianto
      Agu 25, 2011 @ 17:25:00

      Yth, Andhi Chrisma

      Assalamualaikum
      Untuk konsultasi tentang budidaya lele di Denpasar, silakan hubungi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di Jln. Patimura no. 77 Denpasar. Hubungi Bapak Saleh Purwanto di kantor tersebut atau di Face Book dengan nama kun Saleh Purwanto.

      Balas

  4. Agus sandi
    Nov 16, 2011 @ 12:39:50

    selamat malam
    PAK Agus,sdh sy Kirim email sebelumnya,kenpa tdk Ada balasan,,
    sy sdh menunggu stelah 1 minggu tapi tdk Ada tanggapan yg baik dr PAK Agus
    mohon PAK Agus diperhatikan nasib para petani LElE
    sy tunggu infonya dr PAK Agus
    terima kasih

    Balas

    • Agus Rochdianto
      Mar 31, 2012 @ 02:18:03

      Wah email yang mana ya? Belum ada tuh email yang msuk dari bapak. Isinya tetang apa? Tolong dikirim ulang siapa tahu saya bisa membantu. Bila Bapak main FB, silakan gabung ke Aplesi (Asosiasi petani ikan lele) untuk berbagi pengalaman. Teim akasih

      Balas

  5. yanti
    Mar 30, 2012 @ 01:42:08

    asslamulaaikum,pak agus apakh kami bisa melakukan pelatihan budidaya belut di tempat bapak…?mohon segera infonya kami tunggu di 03617962638 / 081338032577.terimakasih

    Balas

    • Agus Rochdianto
      Mar 31, 2012 @ 02:21:51

      Budidaya lele di Tabanan banyak sampai sat ii masih menmui kegagalan karena adanya berbagai kendala. Hasil penelususran saya di Sukabumi dan Bndung serta di beberapa tempat di Jawa Timur, ternyata lele yang diakui sebagai hasil budidaya dan ada di kolam penampungan, ternyata hasil dari penangkapan di sawah. Artinya budidaya belut masih sulit diterapkan di wadah berupa bak tembok. Lebih memungkinkan Kalau budiaya belut diterapkan langsung di wadah kolam tanah atau sawah.

      Balas

  6. agusrochdianto
    Des 15, 2009 @ 02:16:40

    Assalamu’alaikum
    Maaf baru sempat membalasnya. Kalau mengulas cara2 budidaya ikan wah bisa panjang nih. Ada baiknya, beli bukunya saja di toko buku. Tapi kalau mau cari di internet, silakan buka http://www.iaspbcikaret.org, http://www.dkp.go.id atau web perikanan lainnya. Terima kasih.

    Balas

  7. agusrochdianto
    Des 28, 2009 @ 18:24:31

    Wah, untuk mengulas budidaya ikan di lahan terbatas bisa gak cukup ruangan (dan waktunya). kalau lahannya sempit dan airnya terbatas, coba saja budidaya lele dumbo atau sangkuriang. Untuk teknik budiaya lele, silakan down load saja buku/petunjuk teknisnya di blog ini atau blog lainnya seperti http://www.iaspbcikaret.org, http://www.agusrochdianto.multiply.com dsb.

    Balas

  8. agusrochdianto
    Des 15, 2009 @ 02:19:13

    Yth Dewi Kemala,
    untuk budidaya nila gift (bukan give) saya belum mempostingnya. Tapi kalau jenis-jenis nila, silakan buka di http://www.supmbogor.blogspot.com atau kalau mau cari artikelnya buka di http://www.agusrochdianto.multiply.com atau boleh juga di http://www.iaspbcikaret.org. Terima kasih

    Balas

  9. agusrochdianto
    Des 28, 2009 @ 18:20:02

    Yth Pak Made Suyasa,
    Maaf baru bisa membalas komentar bapak. To the point saja ya, budidaya belut selama ini siatnya masih coba-coba. Di Tabanan hasil budidaya belut di dalam bak beton hasilnya juga belum menggembirakan (baca: masih rugi, karena banyaknya belut yang mati). Meski sebelumnya saya sempat menelusuri budidaya belut ke Sukabumi dan Bandung sebagai pusat budidaya belut seperti yang disebut di sejumlah buku, ternyata saya tidak/ belum melihat petani yang benar-benar berhasil melakukan budidaya belut di dalam bak atau drum. Hasil belut yang melimpah di Sukabumi dan bandung ternyata hasil tangkapan di sawah.
    Di Pasaran banyak beredar buku budidaya belut. Namun secara pribadi saya masih menyangsikan kebenarannya karena dari teori di buku tersebut ternyata setelah diterapkan di lapangan lebih banyak gagalnya. Di Tabanan sudah banyak petani dan beberapa pengusaha yang mencoba budidaya belut, namun sampai saat ini masih selalu gagal (merugi).
    Bila lokasi di tempat bapak memungkinkan dibangun kolam, saya lebih menyarankan bapak untuk mencoba budidaya udang galah, atau usaha pembenihan ikan. Dijamin hasilnya lebih menguntungkan dibanding budidaya / pembesaran belut.
    Untuk inormasi tentang budidaya belut (dan budidaya ikan lainnya) , ada baiknya dicoba juga menghubungi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bangli.

    Balas

  10. agusrochdianto
    Des 28, 2009 @ 18:28:43

    Yth Harry telapary
    Coba hubungi Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Badung di Jalan Patimura 75 Denpasar. Di situ tersedia segala informasi yang Bapak perlukan. Baik itu teknis, maupun bantuan permodalannya.

    Balas

  11. agusrochdianto
    Okt 15, 2010 @ 13:03:53

    Yth Pak Nyoman, untuk pemasaran kodok, silakan konsultasi dan hubungi Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Kota Denpasar. Sepengatahuan saya, produksi kodok dari Tabanan kebanyakan dipasarkan langsung oleh pembudidaya / pengepunya (Pak Wayan Nuastra) ke sejumlah swalayan dan restoran di Kuta, Nusa Dua dan Karangasem. Saya sekarang tidak secara langsung di lapangan menangani budiaya kodok lagi.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.