Sosialisasikan CBF Dirjen PB Tebar Ikan di Danau Beratan

Dirjen Perikanan Budidaya Dr. Ketut Sugama, M.Sc (kanan) bersama Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan Dr. Maskur, M.Si (kiri) menebarkan benih ikan di Danau Beratan dalam rangka pelaksanaan program Culture Base Fisheries (CBF).


Guna mensosialisasikan Culture Base Fisheries (CBF), yakni pengelolaan perikanan berbasis budidaya, Dirjen Perikanan Budidaya (PB), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Ketut Sugama, M.Sc bersama Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan (Kesling), Dr. Maskur, M.Si, Kamis (20/10), melakukan aksi penebaran 200 ribu benih ikan nila dan karper di Danau Beratan, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan.
Lagi

Diskanlaut Tabanan Gandeng KKP Gelar Pelatihan Kompetensi Tenaga Kerja P2HP

Adanya pelatihan yang dilaksanakan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Usaha dan Investasi di Kabupaten Tabanan, diharapkan bisa menumbuhkan usaha pengolahan ikan di kalangan ibu-ibu anggota kelompok pengolah ikan maupun PKK untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengemukakan hal itu saat membuka pelatihan Kompetensi Tenaga Kerja Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan ( P2HP ) di Aula kantor Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan, Jumat (14/10).

Pelatihan kompetensi tenaga kerja P2HP di Tabanan


Menurut Bupati Wiryastuti, kerja keras yang selama ini dilakukan Pemkab Tabanan telah membuahkan hasil maksimal karena mendapat respon positif dari pemerintah pusat dalam hal ini dari KKP. “Ke depan kerjasam ini harus bisa lebih ditingkatkan sehingga potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan bisa tergarap optimal,” paparnya.
Lagi

Pokdakan Darma Nadi Dinilai Tim Pusat

Tim penilai Pokdakan tingkat pusat berfoto bersama dengan anggota Pokdakan Darma Nadi dan para undangan


Selama tiga tahun terakhir, produksi perikanan budidaya meningkat pesat dari 3,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi 6,2 juta ton pada tahun 2010. Terutama untuk komoditas udang, rumput laut, bandeng, nila, lele, patin dan ikan mas.

Direktur Produksi Direktorat Jenderal perikanan Budidaya, Iskandar mengungkapkan hal itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Tim Penilai Pokdakan, Tatie Sri Paryati saat melakukan penilaian lomba Kelompok Pembudidayakan Ikan ( Pokdakan ) Darma Nadi, di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Penebel – Tabanan yang dipercaya sebagai duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional Kamis (22/9)

Menurut Iskandar, peningkatan produksi tersebut diharapkan terus meningkat sejalan dengan tumbuhnya kelompok-kelompok pembudiaya baru yang dapat memberikan perannya dalam meningkatkan hasil.

Terkait upaya mendorong produksi perikanan di tanah air, Iskandar menekankan bahwa pemerintah telah menempuh langkah-langkah strategis antara lain, pengembangan jenis ikan dan pengembangan wadah budidaya. Kalau sebelumnya jenis ikan yang dibudidayakan masyarakat sangat terbatas, namun sejak beberapa tahun belakangan ini jenisnya terus berkembang. Sedangkan wadah budidaya yang sebelumknya hanya di kolam, kini berkembang memanfaatkan potensi lainnya seperti saluran irigasi, kolam beton dan kolam plastik.

Terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan kelmpok pembudidayakan ikan air tawar, pemerintah pusat memberikan apresiasi positif. “Pemerintah pusat terus medorong upaya tersebut, sehingga produksi perikanan bisa meningkat sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Pada evalusi kienerja kelompok ini ada tiga aspek yang menjadi penilaian yakni, aspek teknologi, sosial dan ekonomi,” paparnya.
Lagi

Lomba Pokdakan Tingkat Nasional Darma Nadi Tabanan Wakili Bali

Kadiskanlaut Tabanan Ir Nyoman Wirna Ariwangsa, MM (kanan) dan Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila (kiri)

Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan, tahun ini dipercaya mewakili Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional. Pokdakan yang memiliki anggota 22 orang ini, akan dinilai oleh tim penilai tingkat nasional pada Kamis (22/9).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM ditemui di lapangan saat melakukan pembinaan Pokdakan darma Nadi, Selasa (20/9) mengungkapkan, terpilihnya Pokdakan Darma Nadi sebagai duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional karena pada tahun lalu, Pokdakan Darma Nadi berhasil meraih juara I tingkat provinsi Bali. “Setelah diajukan di tingkat nasional, Pokdakan Darma Nadi ternyata masuk nominasi. Penilaiannya akan dilaksanakan Kamis mendatang,” jelasnya.
Lagi

Pokdakan Darma Nadi Kembangkan Lele Unggul Masamo

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, tebarkan benih lele Masamo produksi Pokdakan Darma Nadi di kolam terpal Simantri di Desa Sudimara, Tabanan

Meski baru berdiri akhir Desember 2008, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Desa Buruan, Penebel, telah berhasil mengembangkan berbagai jenis (varietas) ikan lele unggul yang ada di Indonesia. Bila awalnya hanya mengembangkan lele dumbo dan Sangkuriang, kini Pokdakan Darma Nadi juga telah berhasil mengembangkan lele Masamo, ikan lele jenis unggul yang berasal dari Afrika.

Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila ditemui Manggala, Selasa (20/9) mengemukakan, lele Masamo merupakan ikan lele unggul jenis baru yang calon induknya didatangkan dari Afrika oleh PT. Matahari Sakti, salah satu produsen pakan ikan lele di Mojokerto (Jawa Timur). “Setelah melalui proses penelitian dan perkembangbiakan, keturunan lele dari Afrika tersebut dinamai oleh PT. Matahari Sakti selaku produsennya dengan nama lele Masamo,” katanya sambil menyebutkan, Masamo merupakan kependekan dari Matahari Sakti Mojokerto. “Kami mendapatkan calon induk Masamo dari PT, Matahari Sakti pada tahun 2010 lalu sejumlah 100 pasang. Saat ini produksi benihnya sudah menyebar ke beberapa kecamatan di Tabanan,” tambahnya.
Lagi

Berhasil Kembangkan Cacing Tubifek Dirjen PB Apresiasi Pokdakan Darma Nadi

Dirjen Perikanan Dr.Ketut Sugama (tengah) acungkan jempol untuk Ketua Pokdakan Darma Nadi

Kelompok Pembudiaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan yang menjadi duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat Nasional tahun 2011, selain berhasil mengembangkan berbagai jenis ikan lele, juga telah berhasil mengembangkan cacing tubifek untuk pakan benih lele.

Keberhasilan Pokdakan Darma Nadi mengembangkan dan membudidayakan cacing tubifek tersebut, secara khusus mendapat apresiasi Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya (PB) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ketut Sugama saat mengunjungi Pokdakan Darma Nadi beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ketut Sugama, keberhasilan Pokdakan Darma Nadi membudiayakan cacing sutera atau cacing tubifek perlu didukung dan diapresiasi karena pembudidaya cacing tubifek di Indonesia terbilang langka. Di sisi lain, keberadaan cacing tubifek memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha pembenihan ikan karena cacing tubifek merupakan salah satu makanan utama bagi benih ikan. “Kalau pembenih ikan sudah bisa membudidayakan cacing tubifek, maka soal produksi benih sudah tidak terlalu menjadi masalah lagi,” katanya meyakinkan.
Lagi

Antisipasi Wabah Penyakit Ikan Diskanlaut Tabanan Datangkan Ahli

Aeromonas hydrophila
Akibat anomali iklim yang terjadi secara global, menyebabkan musim dan cuaca sulit diprediksi. Seringnya terjadi perubahan cuaca yang tak terduga, harus diwaspadai oleh pembudiaya ikan karena bisa mengakibatkan munculnya penyakit ikan. Baik itu penyakit yang disebabkan oleh parasit, bakteri, virus, nutrisi atau akibat perubahan kualitas perairan.

Mengantisipasi menculnya wabah penyakit ikan, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan secara khusus mendatangkan Drs. Hambali Supriyadi, M.Sc dan Agus Sunarto, PHd, dua orang ahli penyakit ikan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya,
Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Lagi

Laporkan Pencurian Lobster Nelayan Tabanan “Nglurug” Ke Mapolres

Kapolres Tabanan AKBP. AA. Made Sudana (tengah) didampingi Ketua DPC HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa (kiri) dan Kabid Perikanan Tangkap I Ketut Sumatra Edy (kanan)


Sebanyak 25 orang nelayan dari enam kecamatan wilayah pesisir di Kabupaten Tabanan, nglurug (mendatangi) Mapolres Tabanan, Rabu (22/6). Mereka menemui Kapolres guna melaporkan semakin banyaknya lobster yang ditangkap dengan bubu hilang dicuri di tengah laut.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa yang mendampingi perwakilan kelompok nelayan tersebut, dalam laporannya mengungkapkan bila sejak dua bulan terakhir ini, bubu lobster yang dipasang nelayan di tengah laut sering hilang dicuri. Pencurinya diduga kuat nelayan andon (pendatang) dari luar wilayah Tabanan yang menggunakan perahu bermesin 40 PK. Modusnya, mereka mendatangi lokasi pemasangan bubu. Berikutnya, mereka mengangkat bubu dan mengambil lobster yang terperangkap di dalamnya. Ada juga di antaranya yang melakukan penyelaman dan merusak bubu dengan arit atau pisau untuk mengambil lobsternya. “Perahu yang digunakan berkisar 2 – 4 buah yang beroperasi pada malam hari hingga menjelang pagi,” lapornya.
Lagi

Kunjungi Kabupaten Tabanan, Dirjen Perikanan Budidaya Janjikan Program Mina Politan


Dirjen Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr.Ketut Sugama melakukan kunjungan lapangan di Tabanan, Kamis (23/6). Pada kunjungannya kali ini, Sugama menjanjikan akan mengucurkan bantuan Program Mina Politan di Kabupaten Tabanan tahun 2012 mendatang.

Janji tersebut diungkapkan Sugama setelah dirinya didampingi Direktur Produksi serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan melihat secara langsung di lapangan potensi dan perkembangan pembangunan perikanan di Desa Buruan, Kecamatan Penebel serta di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri.

Dari hasil kunjungannya ke lapangan tersebut, Sugama mengaku puas karena potensi perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan terbilang besar. Selain itu, pembangunan perikanan di Kabupaten Tabanan juga menunjukkan tren meningkat. Terkait hal itu, pada tahun 2012 mendatang pihaknya menjanjikan akan mengucurkan program Mina Politan di Kabupaten Tabanan. “Adanya program Mina Politan, kita harapkan pembangunan perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan bisa lebih dipacu dan ditingkatkan lagi untuk kesejahteraan pembudidaya ikan,” katanya.
Lagi

Peringati Hari Lingkungan Hidup Gubernur Bali Tebar Ikan di Telaga Tunjung

Gubernur Bali Made Mangku Pastika Tebar ikan di Bendungan Telaga Tunjung


Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta pejabat di lingkungan Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, memperingati hari lingkungan hidup tingkat Provinsi Bali di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kermbitan, Bali. Selain melakukan penenaman pohon dan pelepasan burung, pada peringatan yang dipusatkan di Tabanan ini, Gubernur Bali Mangku Pastika juga melakukan penebaran ribuan ekor aneka jenis ikan air tawar di bendungan Telaga Tunjung.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengungkapkan, dalam beryadnya dan mengucap rasa syukur kepada Tuhan tidak semata-mata hanya datang ke pura untuk bersembahyang. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam beryadnya. Salah satunya adalah dengan melestarikan lingkungan seperti penanaman pohon, penebaran ikan serta menyayangi alam beserta isinya. “Penebaran ikan yang kita lakukan pada hari ini di Bendungan telaga Tunjung juga merupakan salah satu bentuk yadnya dan syukur kepada Tuhan,” katanya sambil menambahkan, thema peringatan tahun ini ‘Hutan sebagai Penyangga Kehidupan’ dirasa sangat tepat. Namun thema ini akan hanya menjadi rangkaian kata indah tat kala tidak dibarengi dengan komitmen yang jelas dari semua pihak.
Lagi

Previous Older Entries Next Newer Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.