Pokdakan Darma Nadi Dinilai Tim Pusat
26 Sep 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in Serba-serbi Tag:benih lele, bibit lele, Direktur Produksi, Hobi lele, Penilaian Pokdakan

Tim penilai Pokdakan tingkat pusat berfoto bersama dengan anggota Pokdakan Darma Nadi dan para undangan
Selama tiga tahun terakhir, produksi perikanan budidaya meningkat pesat dari 3,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi 6,2 juta ton pada tahun 2010. Terutama untuk komoditas udang, rumput laut, bandeng, nila, lele, patin dan ikan mas.
Direktur Produksi Direktorat Jenderal perikanan Budidaya, Iskandar mengungkapkan hal itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Tim Penilai Pokdakan, Tatie Sri Paryati saat melakukan penilaian lomba Kelompok Pembudidayakan Ikan ( Pokdakan ) Darma Nadi, di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Penebel – Tabanan yang dipercaya sebagai duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional Kamis (22/9)
Menurut Iskandar, peningkatan produksi tersebut diharapkan terus meningkat sejalan dengan tumbuhnya kelompok-kelompok pembudiaya baru yang dapat memberikan perannya dalam meningkatkan hasil.
Terkait upaya mendorong produksi perikanan di tanah air, Iskandar menekankan bahwa pemerintah telah menempuh langkah-langkah strategis antara lain, pengembangan jenis ikan dan pengembangan wadah budidaya. Kalau sebelumnya jenis ikan yang dibudidayakan masyarakat sangat terbatas, namun sejak beberapa tahun belakangan ini jenisnya terus berkembang. Sedangkan wadah budidaya yang sebelumknya hanya di kolam, kini berkembang memanfaatkan potensi lainnya seperti saluran irigasi, kolam beton dan kolam plastik.
Terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan kelmpok pembudidayakan ikan air tawar, pemerintah pusat memberikan apresiasi positif. “Pemerintah pusat terus medorong upaya tersebut, sehingga produksi perikanan bisa meningkat sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Pada evalusi kienerja kelompok ini ada tiga aspek yang menjadi penilaian yakni, aspek teknologi, sosial dan ekonomi,” paparnya.
Lagi
Lomba Pokdakan Tingkat Nasional Darma Nadi Tabanan Wakili Bali
21 Sep 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in Suka-suka Tag:Ariwangsa, Darma Nadi, Pokdakan

Kadiskanlaut Tabanan Ir Nyoman Wirna Ariwangsa, MM (kanan) dan Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila (kiri)
Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan, tahun ini dipercaya mewakili Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional. Pokdakan yang memiliki anggota 22 orang ini, akan dinilai oleh tim penilai tingkat nasional pada Kamis (22/9).
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM ditemui di lapangan saat melakukan pembinaan Pokdakan darma Nadi, Selasa (20/9) mengungkapkan, terpilihnya Pokdakan Darma Nadi sebagai duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional karena pada tahun lalu, Pokdakan Darma Nadi berhasil meraih juara I tingkat provinsi Bali. “Setelah diajukan di tingkat nasional, Pokdakan Darma Nadi ternyata masuk nominasi. Penilaiannya akan dilaksanakan Kamis mendatang,” jelasnya.
Lagi
Pokdakan Darma Nadi Kembangkan Lele Unggul Masamo
21 Sep 2011 4 Komentar
in Budidaya Ikan Tag:Gubernur Bali, Lele Masamo, Masamo, Simantri

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, tebarkan benih lele Masamo produksi Pokdakan Darma Nadi di kolam terpal Simantri di Desa Sudimara, Tabanan
Meski baru berdiri akhir Desember 2008, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Desa Buruan, Penebel, telah berhasil mengembangkan berbagai jenis (varietas) ikan lele unggul yang ada di Indonesia. Bila awalnya hanya mengembangkan lele dumbo dan Sangkuriang, kini Pokdakan Darma Nadi juga telah berhasil mengembangkan lele Masamo, ikan lele jenis unggul yang berasal dari Afrika.
Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila ditemui Manggala, Selasa (20/9) mengemukakan, lele Masamo merupakan ikan lele unggul jenis baru yang calon induknya didatangkan dari Afrika oleh PT. Matahari Sakti, salah satu produsen pakan ikan lele di Mojokerto (Jawa Timur). “Setelah melalui proses penelitian dan perkembangbiakan, keturunan lele dari Afrika tersebut dinamai oleh PT. Matahari Sakti selaku produsennya dengan nama lele Masamo,” katanya sambil menyebutkan, Masamo merupakan kependekan dari Matahari Sakti Mojokerto. “Kami mendapatkan calon induk Masamo dari PT, Matahari Sakti pada tahun 2010 lalu sejumlah 100 pasang. Saat ini produksi benihnya sudah menyebar ke beberapa kecamatan di Tabanan,” tambahnya.
Lagi
Berhasil Kembangkan Cacing Tubifek Dirjen PB Apresiasi Pokdakan Darma Nadi
21 Sep 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Kelompok Pembudiaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan yang menjadi duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat Nasional tahun 2011, selain berhasil mengembangkan berbagai jenis ikan lele, juga telah berhasil mengembangkan cacing tubifek untuk pakan benih lele.
Keberhasilan Pokdakan Darma Nadi mengembangkan dan membudidayakan cacing tubifek tersebut, secara khusus mendapat apresiasi Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya (PB) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ketut Sugama saat mengunjungi Pokdakan Darma Nadi beberapa waktu yang lalu.
Menurut Ketut Sugama, keberhasilan Pokdakan Darma Nadi membudiayakan cacing sutera atau cacing tubifek perlu didukung dan diapresiasi karena pembudidaya cacing tubifek di Indonesia terbilang langka. Di sisi lain, keberadaan cacing tubifek memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha pembenihan ikan karena cacing tubifek merupakan salah satu makanan utama bagi benih ikan. “Kalau pembenih ikan sudah bisa membudidayakan cacing tubifek, maka soal produksi benih sudah tidak terlalu menjadi masalah lagi,” katanya meyakinkan.
Lagi

Komentar Terakhir