Budidaya Belut di Tabanan

panen belut ukuran konsumsi

panen belut ukuran konsumsi

Belut sawah (Monopterus albus) yang banyak beredar di pasar dan swalayan di Bali sebagai ikan konsumsi maupun kripik renyah, sebagian besar ternyata berasal dari luar Bali. Jumlahnya mencapai sekitar 8 – 9 ton per minggu. Belut sebanyak itu, sebagian besar berasal dari hasil tangkapan di sawah yang didatangkan dari Bojonegoro, Kediri, Bondowoso dan sekitarnya yang kemudian ditampung pengepul di Banyuwangi untuk selanjutnya dikirim ke Bali.

Banyaknya belut yang masuk ke Bali tersebut bisa menjadi indikator bila bisnis belut sebenarnya memiliki prospek cerah. Apa lagi, permintaan belut ternyata datang juga dari mancanegara seperti Jepang, Cina, Taiwan, Hongkong, Korea, Malaysia dan Singapura.

Boleh jadi, karena pertimbangan tersebut sejumlah pembudidaya ikan di Kabupaten Tabanan belakangan mulai membudidayakan belut. Teknik budidaya belut yang diterapkan para pembudidaya cukup beragam, sehingga tingkat keberhasilannya pun masih beragam. Hal ini bisa dimaklumi, karena selama ini teknik budidaya belut masih terus dalam pengembangan dan uji coba. Baik itu menyangkut wadah budidaya maupun komposisi medianya.

Dalam brosur ini, teknik budidaya belut yang disajikan mengacu dari pengalaman beberapa pembudidaya belut di Jawa Barat dan Jawa Timur yang sudah berhasil dan terangkum dalam berbagai majalah, literatur dan web site internet. Selain itu, mengacu pula dari pengalaman pembudidaya belut di Kabupaten Tabanan dan hasil demplot yang pernah dilakukan di BBI Sentral Sangeh pertengahan tahun 1980-an lalu.

Biologi Belut

Belut sawah di alam aslinya biasa ditemukan di areal persawahan dan perairantawar lainnya yang dangkal dan berlumpur seperti tepian sungai, danau dan kolam. Di habitat aslinya, media hidup belut 80 persen terdiri dari lumpur subur dan 20 persen berupa air yang kaya oksigen. Belut sawah yang bewarna kecoklatan ini, di habitatnya biasa memangsa cacing, siput, kecebong/percil dan benih ikan.

Sebagai jenis ikan, belut memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik sehingga bisa dijumpai di dataran rendah hingga dataran tinggi di pegunungan. Untuk tumbuh optimal, belut menghendaki suhu air berkisar 25 – 31 °C, pH (tingkat keasaman) 5 – 7, Alkalinitas (tingkat kesadahan) 50 – 200 dan kandungan oksigen di atas 4 ppm.

Belut termasuk hewan hermaprodit protogini, yaitu berkelamin betina saat muda dan berubah menjadi jantan ketika dewasa. Belut yang panjangnya kurang dari 30 Cm biasanya berkelamin betina. Sedangkan belut yang berkelamin jantan umumnya memiliki panjang tubuh lebih dari 30 Cm. Di alam aslinya, belut bisa berkembang biak sepanjang tahun.

Menyiapkan kolam

Berbeda dengan kolam ikan pada umumnya, kolam untuk budidaya belut umumnya berukuran relatif kecil. Kolam belut bisa berupa kolam tembok serta kolam lapisan terpal yang kontruksi rangka penyangganya terbuat dari bahan bambu, kayu atau besi.

Agar belut bisa tumbuh optimal, kolam untuk pembesaran belut idealnya memiliki persyaratan sebagai berikut:

Lokasinya di tempat yang teduh dan memiliki sumber air

Memiliki lubang/pintu pengeluaran dan pemasukan air serta pengatur kelebihan air

Berbentuk empat persegi panjang dan ketinggian dinding / kedalaman kolam sekitar 80 – 100 Cm dan ketnggian media plus airnya sekitar 40 – 70 Cm

Menyiapkan media

Media campuran

Bila kolam sudah tersedia, berikutnya perlu menyiapkan media yang umumnya terdiri dari berbagi komponen seperti cincangan jerami (20 bagian) , cincangan kedebong pisang (20 bagian), pupuk kandang (20 bagian), humus/kompos (20 bagian), tanah (10 bagian) dan air.

Cincangan jerami dan gedebong pisang perlu dijemur (di luar kolam) sampai kering dan mudah dihancurkan.

Untuk mempercepat proses dekomposisi, larutkan 10 ml mikrostarter (EM4, Biotanah, Agrobost dsb) ke dalam 5 liter air dan siramkan ke media sambil dibolak-balik.

Cincangan jerami dan gedebong yang sudah kering dan lembut selanjutnya dicampur dengan pupuk kandang yang sudah kering, humus atau kompos dan tanah sawah atau tanah kebun. Bolak-balik semua bahan ini agar tercampur merata.

Masukkan campuran media tersebut ke dalam kolam sampai mencapai ketinggian 70 Cm dan masukkan air ke dalam kolam sampai media terendam

Diamkan media selama 1 minggu, kemudian media diaduk dan dibolak-balik sampai merata. Keluarkan air secara perlahan dari dalam kolam dan ganti dengan yang baru. Ganti air kolam setiap 3 hari sekali dan pertahankan tinggi air kolam 2-5 Cm di atas pemukaan media.

Setelah dua minggu, media biasanya sudah tidak terasa panas lagi dan air kolam sudah tampak jernih. Hal ini pertanda bila benih belut sudah siap ditebarkan.Namun sebelum benih belut ditebarkan, sebaiknya tebarkan dulu pakan awal berupa cacing atau bekicot, yuyu, keong emas yang sudah direbus dan dicincang halus ke dalam media. Seminggu kemudian, benih belut siap ditebarkan

Media tanah sawah

Selain campuran media tersebut di atas, ada juga pembudidaya ikan di Jawa Barat yang menggunakan media tanah sawah (80 bagian) yang diletakkan di bagian paling bawah, kemudian atasnya cincangan jerami kering dan halus (10 bagian) dan bagian teratas berupa cincangan kedebong pisang kering dan halus (10 bagian).

Setelah media tersusun di dalam kolam, berikutnya kolam diisi air dan diperlakukan sama seperti persiapan media di atas.

Teknik Pembesaran

Setelah media benar-benar siap (bila tangan dicelupkan tidak terasa panas) dan pakan awal sudah disediakan, benih belut selanjutnya ditebarkan ke kolam dengan padat tebar disesuaikan ukuran belut.

Benih belut berukuran 1-2 cm padat tebarnya 500 ekor/m 2, ukuran 2-5 cm (250 ekor/m 2, ukuran 5 – 8 Cm (100 ekor/m2), ukuran 15-20 Cm (50 ekor/m2).

Selama pemeliharaan, setiap dua hari sekali belut perlu diberi pakan dengan dosis sebanyak 5 persen.

Pakan yang diberikan bisa berupa bekicot, keong, usus ayam atau yuyu yang sudah direbus dan dicincang halus. Sesekali pakan buatan berupa pelet yang sifatnya tenggelam bisa diberikan. Pakan sebaiknya diberikan menjelang malam hari.

Selain pemberian pakan, pengaturan air harus diperhatikan. Meski debitnya kecil, air harus diusahakan selalu mengalir

About these ads

32 Komentar (+add yours?)

  1. bibit belut
    Jan 22, 2009 @ 07:34:30

    Di daerah tabanan mana banyak terdapat petani belut?
    Untuk mendapatkan benih belut saya harus kemana?
    Mohon infonya ya…

    Terima kasih

    Balas

    • agusrochdianto
      Jan 22, 2009 @ 13:05:21

      Salam,
      Terima kasih sudah mampir ke Blog saya. Di Tabanan, belut sudah ciukup lama dikembangkan oleh sejumlah investor di Kecamatan Penebel (Desa Penatahan), Kecamatan Marga (Desa Petiga), Kecamatan tabanan (Desa Tunjuk), namun hasilnya belum memuaskan. Mereka akhirnya tidak melanjutkan usahanya setelah mencoba beberapa kali, namun selalu gagal.
      Mulai bulan November tahun lalu, sejumlah petani di Br. Tegayang, Desa Penatahan, Penebel, Tabanan mencoba membudidayakan belut di dalam bak. Benihnya berasal dari hasil tangkapan petani setempat. Sampai saat ini masih dalam pemantauan karena belum panen.
      Kami dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Tabanan, beberapa waktu yang lalu pernah menelusuri lokasi budidaya belut di daerah Sukabumi dan Bandung guna melakukan studibanding. Di Sukabumi ada petani yang menyediakan benih belut. Namun kami tidak membeli benih belut dari Sukabumi karena pertimbangan jarak yang jauh. Khawatir benih belut sudah stress sesampainya di Tabanan. Selain itu, kami juga tidak yakin bila belut tersebut hasil budidaya.
      Hasil dari studi banding kami, belum menemukan pembudidaya belut yang benar-benar berhasil. Yang kami jumpai sebagian besar adalah pengepul belut (hasil tangkapan dari sawah). Oleh karena itulah, kami tertantang melakukan uji coba belut dengan melibatkan petani di Tegayang, Penatahan. Mudah-mudahan berhasil.

      Balas

  2. harry telapary
    Mar 17, 2009 @ 11:36:27

    …saya tertarik dengan budi daya belut ini, tetapi saya masih awam ttg hal ini. untuk itu boleh saya minta keterangan ttg usaha belut ini.
    adakah suatu bentuk koperasi atau badan usaha yang membantu para PEMULA dan sekaligus menjadi mitra kerja untuk si pemula tsb….?
    terima kasih atas bantuan informasi nya…sukses.

    Balas

  3. harry telapary
    Mar 17, 2009 @ 11:41:10

    ,,saya seorang pemula..dan awam ttg budidaya belut.
    tetapi saya cukup tertarik dgn usaha tsb. mohon bantuan informasinya.

    adakah suatu badan usaha semacam koperasi yang bisa membantu Pemula bahkan maenjadikannya mitra baik mulai dari perencanaan,pemeliharaan sampai ke pemasaran nya….??

    untuk diketahui saya tinggal dimjimbaran bali.. tks atas informasinya….sukses

    Balas

  4. lysyn
    Mar 19, 2009 @ 06:43:37

    selamat,siang..saya mau tanya kalau cari bibit belut didaerah bondowoso di mana ya? terima kasih

    Balas

    • INDRA KURNIAWAN
      Mar 30, 2010 @ 11:20:15

      Saya bisa mngirim bibit blut yg bpk mnta dan juga kami mlayani hsil panen blut dlam jumlah bnyak.untuk sdr/sdri lysyn saya bsa memenuhui keinginan yg anda mnta…harga tergantung banyaknya permintaan dan lokasi pengiriman.anda bsa hubungi saya….di..0321 2913981.

      Balas

  5. whimpy
    Mei 09, 2009 @ 05:19:43

    saya butuh belut jumlah banyak untuk dijual lagi.bagi yang berminat menjadi suplier bisa hub saya di 081938018081.barang dikirim ke tempat saya di tuban,jatim

    Balas

  6. mayun
    Mei 12, 2009 @ 03:13:08

    Saya juga tertarik dengan Budidaya Belut, mengingat informasi yang selalu saya baca di Inetrnet, tapi sepertinya di Bali perlu pengelolaan dan lebih fokus dalam usaha penyediaan bibit karena jika dijalankan secara alami(pembiakannya) akan sangat lama dan banyak biaya yang harus dikeluarkan, dan pem-budidaya pun akhirnya putus asa. Peluang ini adalah peluang emas disaat krisis dan sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik, mungkin harus mendatangkan ahli atau pem-budidaya yang telah lam berhasil dan kita minta ilmu mereka dalam menjalankan bisnis ini,sepertinya akan ada keberhasilan di Bali juga untuk meningkatkan kesejahteraan maasyarakat.

    Balas

    • agusrochdianto
      Mei 18, 2009 @ 14:11:31

      Terima kasih. Budidaya belut memang prospektif namun masih banyak kendala dalam aplikasinya di lapangan. Pembudidaya belut di Tabanan belum berhasil 100 persen dalam menerapkan teknik budidayanya. Mereka masih sering menemui kendala. Mudah-mudahan mereka tidak putus asa seperti para pendahulunya.

      Balas

  7. dwi novi
    Jul 09, 2009 @ 04:48:09

    Salam hormat

    Terima kasih telah memberikan sedikit informasi tentang budidaya belut. Tetapi satu point yang belum saya dapat adalah informasi tempat atau alamat yang ada di Bali, karena saya tertarik untuk membuka rumah makan meski skala kecil. Dan menu utamanya adalah masakan spesial Belut dan sedikit variasi dengan ayam. Karena saya telah mensurvei di lapangan dan beberapa tempat yang ada di Denpasar dan sekitar, sangat susah memastikan keberadaan belut dipasar tradisional.
    Jadi mohon informasi tentang dimana saya dapat mencari sumber belut untuk menunjang usaha yang akan saya buka dalam waktu dekat ini.

    Terima kasih
    Hormat kami

    Balas

    • agusrochdianto
      Jul 09, 2009 @ 14:28:07

      Untuk mendapatkan belut segar/konsumsi di Tabanan dan Badung ada beberapa pengepul belut yang bisa anda hubungi seperti Warung Bu Piem di Dharmasaba, Badung, Pak Nur di Abiantuwung (sebelah utara pos polisi Dakdakan), di Pasar Dauh Pala juga ada. Tapi kalau menghubungi pembudidayanya, silakan datang ke Banjar Tegayang, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan (hubungi langsung Kepala Dusunnya). Namun untuk informasi budidaya belut di Tegayang ini masih dalam tahap uji coba karena masih ada beberapa kendala yang harus diatasi.

      Balas

    • INDRA KURNIAWAN
      Mar 30, 2010 @ 11:26:38

      untuk ibu dwi novi,saya bisa mlayani permintaan pngiriman belut keBALI dan DENPASAR.sesuai permintaan anda.masalah harga bisa dinego,tergantung jumlah yg ibu mnta.mohon hubungi saya ……….indra kurniawan…..0321 2913981..

      Balas

    • INDRA KURNIAWAN
      Mar 30, 2010 @ 11:29:23

      untuk ibu dwi novi,saya bisa mlayani permintaan pngiriman belut keBALI dan DENPASAR.sesuai permintaan anda.masalah harga bisa dinego,tergantung jumlah yg ibu mnta.mohon hubungi saya ……….indra kurniawan…..0321 2913981..MELAYANI PENGIRIMAN BIBIT BELUT&PENERIMAAN HASIL PANEN BELUT

      Balas

  8. ANDIKA
    Sep 16, 2009 @ 04:48:43

    Di daerah saya, banyuwangi selatan sepertinynya cocok untuk budidaya belut?
    Untuk mendapatkan benih belut yang terdekat dari BWI, saya harus kemana?
    Mohon infonya ya…

    Balas

    • agusrochdianto
      Des 28, 2009 @ 18:21:25

      Maaf, alamat pastinya suplayer benih belut di BWI saya belum tahu. Coba hubungi Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi.

      Balas

  9. tfa
    Jul 24, 2010 @ 10:57:56

    untuk brebes dimana kami dapatkan bibit belut yg mutunya bagus bagi teman2 yg mengetahui atau memiliki bibit belut tlg hubungi saya atau kirim ke e-mail saya

    Balas

  10. amamaw jangek
    Apr 08, 2011 @ 19:20:31

    cp@081264465432/081397509509/081397509509

    Balas

  11. Putu Widhiana
    Mei 19, 2011 @ 05:32:34

    saya membutuhkan bibit belut, dimana untuk mendapatkannya ?

    Balas

    • agusrochdianto
      Agu 25, 2011 @ 17:21:25

      Yth Pak Putu Widhiana,
      di Tabanan bibit belut belum ada yang menyediakan secara khusus. Setahu saya, waktu dibudiayakan di Br. Tegayang, Desa Penatahan, benih belut diperoleh pembudidaya setempat dari hasil penangkapan di sawah yang ada di sekitar lokasi budidaya.
      Untuk dimaklumi, budidaya belut di dalam bak serta kolam terpal seperti yang telah dicoba oleh petani di Tegayang, ternyata hasilnya kurang menggembirakan dan cenderung rugi. Mortalitas (Kematian atau kehilangan) belut masih tinggi dan pertumbuhan kurang optimal.

      Balas

  12. bagus
    Sep 13, 2011 @ 09:34:10

    Saya tertarik untuk budidaya belut di bali, tapi mencari bibit belutnya dimana ya Pak? mohon informasinya…
    mungkin bisa di email langsung ke bagus3s@yahoo.com

    terima kasih
    bagus

    Balas

  13. emon
    Sep 28, 2011 @ 08:07:04

    kami mungkin bisa berbisnis dengan pak bagus dimn BISA KAMI HUBUNGI NO HP /ALAMATNYA

    Balas

  14. goen
    Okt 26, 2011 @ 03:41:52

    bisa saya dikasi info orang yang bisa terima belut saya,dengan jumlah lumayan banyak..kalau bisa dengan nomer handphonex….

    Balas

  15. LELASURAMADU LOVES CATFISH
    Nov 11, 2011 @ 09:48:21

    Ada belut sawah dan ada belut tambak. Masing-masing punya pembeli sendiri. Belut sawah terkadang merupakan hasil setrum sehingga gampang sekali mati. Bali ternyata memang pembeli yang besar.

    Balas

  16. I Ketut Pasek
    Apr 03, 2012 @ 12:36:52

    saya ingin mencoba budidaya belut di jembrana, dimana saya membeli bibitnya

    Balas

    • Agus Rochdianto
      Jun 08, 2012 @ 11:10:24

      Benih belut bisa diperoleh di sawah melalui penangkapan dengan bubu. Untuk keterangan sumber benihy belut di jembrana silakan hubungi Dinas Perikanan setempat.

      Balas

  17. evy
    Mei 09, 2012 @ 17:10:56

    Bisa dapat no kontaknya? Saya ada permintAan export

    Balas

  18. Gungde Ngurah
    Jun 11, 2014 @ 07:35:21

    pak Agus gmana kabar belutnya? apa bedanya bila kita budidaya belut tangkapan dari sawah dan belut ternakan?

    Balas

    • Agus Rochdianto
      Jun 11, 2014 @ 12:19:11

      Pak Agung, kabar belutnya di Tabanan sudah “tenggelam” karena rugi. Selain mortalitas yang masih tinggi, harga jualnya kalah bersaing dengan belut tangkapan dari alam yang membanjiri pasar, teknik budidaya belut juga belum sepenuhnya dikuasai oleh para pembudidaya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blognya Agus Rochdianto

Jayalah Perikanan dan Kelautan Indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: